Keterpaduan antara profesi Pertahanan dan Keamanan yang bersinergi untuk Masyarakat

  • (021) 2782 3288

    info@bhpsecurity.com

  • Jl. Madrasah No.2

    Gandaria Selatan

  • Sen - Jum 09:00 - 18:00

    Sab - Min TUTUP

BHP SecurityArchives

Seminar Security, APSI Mengupas Soal Profesi Satpam

BHP-Batam. Dalam rangka meningkatkan profesionalitas satuan pengamanan (Satpam). Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar Seminar Security Nasional bertema “Peran manajer sekuriti, manejer satpam & perusahaan jasa pengamanan dalam upaya mencegah kerugian dan menjaga keberlangsungan usaha perusahaan”. di Hotel Golden View Batam, pada 31 Oktober 2019.

Ketua Umum APSI A Azis Said dalam sambutannya mengatakan diadakannya seminar ini, untuk menambah wawasan insan security di Indonesia, terutama di wilayah Batam. Sehingga para pemangku kepentingann bisa memahami perannya masing-masing. “APSI dituntut agar berperan aktif dalam mendukung pemuliaan satpam di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc dalam keynote spaeaker menjelaskan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta seminar, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya.

Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri Brigjen Pol Drs. Ricky F Wakanno dalam paparannya menjelaskan narasumber dengan tema “Peran polri dalam mengembangkan industrial sekurity Indonesia, mewujudkan satpam profesional dan menjaga keberlangsungan usaha perusahaan”.

Ricky menjelaskan tantangan satpam ke depan cukup berat, karena itu satpam harus professional melalui pendidikan, baik itu pendidikan Gada Pratama, Madya dam Utama. “Kita dihadapakan dengan MEA dan AFTA kalau kita tidak professional maka akan tertinggal oleh yang lain,” katanya.

Dalam catatan Mabes Polri, saat ini jumlah satpam yang tercatat mencapai 613.000 satpam di seluruh Indonesia, mereka berada di 2.500 BUJP. “Ini menjadi tantangan bagi kami, asosiasi dan BUJP untuk meningkatkan kualitas satpamnya,” jelasnya. [adm]

Rakernas APSI di Batam Bahas Keanggotan dan Program Kerja

BHP-Batam. Asosiasi Profesi Satpam Indonesia (APSI) menggelar rapat kerja nasional (Rakernas) pertama di Batam pada 30 Oktober 2019 di Hotel Golden View Hotel. Rakernas diikuti oleh 15 Dewan Pimpinan Daerah. Rakernas dibuka oleh Penasehat APSI, Irjen Pol (Purn) Prof.DR.dr. Hadiman, Sp KO, SH, MBA, MSc.

Dalam sambutannya, Hadiman mengatakan bahwa APSI merupakan asosiasi profesi satpam, untuk itu anggotanya harus terus dididik sesuai dengan profesinya. Karena itu, organisasi ini harus ada pemikirnya, program dan yang melaksanakan tugas. “Jika tidak ada tiga unsur ini tidak akan bagus sebuah organisasi,” ungkapnya di depan peserta rakernas, Rabu (30/10).

Hadiman menambahkan, profesi harus memiliki payung hukum, kode etik, pendidikan, bekerja sesuai prosedur dan bermanfaat untuk masyarakat. APSI telah memenuhi syarat itu. “Tidak mungkin seorang profesional tanpa pendidikan,” ujarnya seperti dilansir jurnalsecurity.com.

Sebagai profesi, satpam juga harus memiliki integritas, kompetensi, moral baik, dan mau membantu orang tanpa pamrih. “Maka anda harus bangga menjadi seorang sekuriti,” katanya.

Untuk menjadi APSI sebagai organisasi yang focus pada pengembangan SDM satpam, maka Hadiman akan terus mengawal agar APSI berkembang lebih baik lagi. “Saya akan terus mengawal rekomendasi dari rakernas ini,” tuturnya. ‘

Sementara itu Ketua Umum APSI A Azis Said mengucapkan terima kasih atas soliditas BPD yang telah hadir di acara rakernas di Batam ini. “Rakernas ini kita akan agendakan membuat beberapa rekomendasi untuk pengembangan satpam di Indonesia,” ungkapnya.

Azis juga menambahkan bahwa rakernas APSI tahun ini difokuskan pada pembahasan tentang keanggotaan dan program kerja selama setahun. “Adanya Perpol dan Perkaba yang baru menuntut kita untuk menyesuaikan agenda kerja ke depan,” ujarnya. [adm]